Salam mantap,
Sahabat SM yang saya kagumi,
Seringkali kita lupa bahwa kita hidup hanya untuk menjadi pemenang, menang atas segala tantangan yang kita hadapi, sebagaimana kita telah menang menjadi manusia ketika kita berada di alam rahim ibu kita , berjuang, bertempur, berlomba dan bersikeras untuk hidup dan kita muncul menjadi SANG JUARA , lawan kita tidak hanya satu sperma tapi 250 juta sel sperma yang berebut untuk hidup dan menjadi MANUSIA merasakan indahnya hidup ini, dan merasakan adrnalin kemenangan ketika sedang bertarung dengan hidup.
Ironisnya keinginan untuk perang dan menjadi pemenang tersebut laha perlahan menjadi menipis dan mulai hilang , bahkan untuk menghadapi satu orang saingan kita saja kita mudah sekali menyerah, dan langsung saja mengeluarkan sifat sifat persaingan yang tidak sehat kita, rasa sprotifitas hidup sudah kita abaikan dengan menggunjingkan orang tersebut, menusuk dari belakang, membenci seseorang dengan berlarut larut, yang secara tidak langsung amarah yang meledak ledak serta emosi yang berlebihan merupakan tanda bahwa kita tidak sanggup menghadapinya dengan sportif, kita memakai cara cara kotor untuk meningkatkan diri kita , menyikut dan menginjak untuk naik kesebuah posisi, lalu apakah itu yang disebut sebagai juara sejati ?, apakah itu yang disebut sebagai pemenang unggulan ?tentu saja tidak, kita tahu, para sperma yang berguguran tersebut kalah menjadi manusia bukan karena kita menginjaknya ataupun memakannya, tapi mereka tidak memiliki ketahanan mental untuk HIDUP, mereka miskin mental untuk HIDUP dan layak hidup.
kalaulah kita perhatikan benar benar diri kita dan lingkungan sosial yang kita berada didalamnya, kita akan menemukan begitu banyak manusia yang sudah Tuhan berikan kemampuan yang sama namun tidak sanggup ataupun tidak mau untuk mengembangkan dirinya kearah yang lebih baik lagi, dan mereka sudah merasa nyaman dengan dunia yang ada ini, dunia kotak kecil tempat mereka bergelut yang dinamakan sebagai tempat kerja, dan berdamai denga kebodohan dan keterbatasan mereka, merekalah orang orang yang tidak layak hidup, dan apabila dalam diri kita juga ada sifat sifat pecundang dan mudah menyerah dengan hidup dengan melakukan kelicikan kelicikan hidup kepada orang lain berarti kita bisa juga dikatakan tidak lulus uji kelayakan hidup.
Mengapa demikian ? karena ketika kita lahir tidak ada kelicikan dalam diri kita, ketika kita lahir tidak ada keinginan bodoh dalam diri kita, kita selalu mau berubah lebih baik dan berkembang, ditandai dengan kita yang semula jadi tertidur , lantas tengkurap, lalu meranggkak, berjalan dan berlari, dan hal ini tidaklah mudah kita lakukan harus melewati berbagai ujian jatuh bangun, berdarah, menangis dan COBA LAGI, dan yang terpenting tetap memberikan inspirasi bagi orang tua kita untuk tetap HIDUP !
Sahabat SM , ayao bangkitlah dari lubang stagnasi, sadarilah hidup kita bukan lah hanya sebatas nine to five, ataupun ruang waktu kita bukannya hanya dalam kotak kecil yang kita katakan sebagai KANTOR, lalu tujuan hidup kita tidaklah hanya sekedar menyelesaikan tugas harian kita lantas pulang dan setiap akhir bulan kita mengambil gaji kita, kita biukan robot, kita harus memilki the will to win, and the will to growth , tuntaskan setiap tantangan kita dan HAMPIRI LAGI yang lainnya, tulislah tulisan kita dalam sejarah dunia sampai titik , apa pun diri kita dan yang terpenting JANGAN MENJADI ORANG LAIN karena setiap orang itu unik dan special, termasuk anda !
So . . . . lepaskan alam stagnasi anda carilah tantangan baru buat hidup ini bergairah , dengan tetap menolong serta membantu orang lain dengan ikhlas karena disanalah letak kemenangan yang hakiki sejatinya, jangan pernah menghardik diri ataupun menghina diri kita atas kesalahan yang pernah kita buat dan terbanglah seperti rajawali melintasi langit dan menembus batas, ingatlah hidup hanya 65 tahun maksimal apabila ada lebih itu hanya bonus dari Tuhan yang diberikanNya agar kita semakin transparant melihat dunia ini.
Hak mereka untuk membenci kita, dan hak kita untuk tetap meyayangi mereka.
untuk sahabatku di salim motivation semoga tetap kuat dan tegar
untuk istriku yang telah mendampingiku selama 7 tahun ditengah deru air mata dan kekurangan harta, tapi tetap tidak kekurangan CINTA darinya
untuk anak anakku sumber semangat, inspirasi dan kekuatan berjuangku selama ini
Terima kasih ya Allah atas hidup yang LUAR BIASA yang kau telah berikan , aku rindu padamu
Salam mantap
Selasa, 10 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
